Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Catatan kecil

Bukan lagi dua, melainkan satu

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. (Matius 19:6) Pagi itu cerah. Kami selalu berdoa supaya cuaca ramah dan semesta turut merayakannya. Akhirnya, hari itu tiba juga. Kerah putih ditegakkan, mawar putih bermekaran. Tanda janji dinyatakan dalam kasih-Nya. 💍 Hari indah itu tidak akan terjadi tanpa doa dan dukungan orang-orang di sekitar kami. Restu orang tua, terutama. Kakak & adik jadi pemberi semangat. Disusul lingkungan yang suportif, teman yang menyayangi, jangan lupa dompet yang memenuhi. 😜 Persiapan kami hampir setahun dengan jasa organizer . Mereka beri rekomendasi, atur koordinasi, menjamin acara terlaksana tanpa distraksi. Kami terima beres. Ini mereka, @areli.organizer . Persiapan kami hampir setahun dengan penyertaan-Nya. Gereja yang kudus jadi saksi. Doa tak boleh putus. Bukan hanya di hari H saja, tapi untuk seterusnya. Karena yang seterusnya lebih menantang. Kata orang, into t...

Renungan: Ketidaksempurnaan

Beberapa hari lalu aku menghadiri doa Rosario di lingkungan. Setelah sesi doa selesai, ketua lingkungan memberikan sebuah kisah untuk renungan. Sederhana, tapi maknanya dalam sekali. Nah, supaya bukan aku aja yang dapet perenungannya, aku share di sini juga ya. Kurang lebih ceritanya begini: Seorang Ibu selalu memikul 2 guci untuk mengambil air di luar, lalu membawa airnya pulang ke rumah. Yang satu gucinya sempurna dan kondisinya bagus. Ketika sampai di rumah, air di dalamnya selalu penuh. Satu lagi gucinya sudah retak. Air selalu habis ketika sampai di rumah karena bocor sepanjang perjalanan. Merasa tidak enak hati, guci yang retak ini meminta maaf kepada Ibu dan merasa dirinya tidak berguna. Ia merasa sia-sia karena tidak ada air yang dibawa sampai rumah. Ia sedih sekali. Dengan tenang, sang Ibu mengatakan bahwa selama ini ia menaruh bibit di sepanjang jalan sekitar rumahnya. Sekarang, bunga-bunga itu sudah bermekaran dan membuat rumah mereka sangat indah. Ini semua justru berkat gu...

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

Dearest Chiko

Rest in peace, Chiko Ia akan selalu menjadi beagle pertama di keluarga. Meski belum bersama sejak ia lahir, namun sebagian besar masa hidupnya dihabiskan bersama kami. Hampir satu dekade menemani hari-hari. Siapa yang tidak kehilangan saat ia pergi? Ia akan selalu menjadi cinta pertama kami pada beagle. Bukti cinta tidak bersyarat dan tidak sedarah. Tentu ia sering nakal dan mengacau, tapi cinta itu tulus dan dalam. Hati siapa yang tidak sedih saat tahu ia sudah pergi? Ia akan selalu menjadi beagle yang pintar, sangat pintar. Ia tahu harus buang air di mana, makan setelah ada instruksi, dengan setia menunggu setiap kepulangan, bahkan menyambut kami dengan gembira. Siapa yang tidak akan merindukannya? Ia datang mengajari bahwa kasih sayang tidak selalu tentang keluarga dan pasangan. Ia datang mengajari bagaimana menyayangi dan merawat peliharaan pertama kami. Ia juga hadir menjadi pelindung paling setia. Banyak yang bisa diceritakan tentangnya. Dari yang senang, kesal, hingga bangga. Ki...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Dua Tahun di Mobilepulsa

Cerita ini dimulai dari akhir bulan Maret 2018, aku ngirim email lamaran magang untuk pertama kalinya. Dua minggu kemudian, interview kerja untuk pertama kalinya. Pertengahan April, (thankfully) diterima magang untuk pertama kalinya. Tanggal 4 Mei 2018, officially masuk kantor sebagai anak intern untuk pertama kalinya. Kala itu, aku masih kuliah semester 6. Atas rekomendasi dari kakak angkatan, Hansen dan Sintya, aku memutuskan buat apply magang di   Mobilepulsa . Eh lagi hoki, jadi keterima di sana. Karena ini magang pertama, jadi aku excited banget waktu itu, sampe cerita ke temen terdekatku betapa deg-degan menunggu hari pertama tiba! Hahaha. Setelah selesai masa magang, aku tetep lanjut jadi karyawan part-time sambil kuliah. Skripsi selesai, wisuda, udah jadi full-timer, dan sampai post ini dibuat, aku masih stay di sini. Kenapa masih betah di Mobilepulsa? Ada dua impresi pertamaku terhadap Mobilepulsa (Indobest Artha Kreasi). Dan impresi itu bertahan sampe sekarang, yang berha...

Life Lessons from the Recovery Time

At the end of 2019,   I lost my teeth   due to a traffic accident. It took me weeks to recover the road rash. During that time, I learned two life lessons. Here they are. First things first, I did accept the fact that I just had an accident and got injured as the consequence. I also told myself that it would take few days to recover and months to have my teeth   back . So it was okay and I just needed to   enjoy   the process. I believed that millions of cells in my body were working their best to recover all injuries. To keep them on duty with high spirit, I encouraged them by maintaining my mood to be good at anytime since the very first second of the accident. I forbade any negative energies that would ruin my mood or take me down. Positive vibes only! So,   accept the fact and encourage ourself . I treated my injuries with care and wishing them to recover ASAP. I applied Betadine every morning and covered with medical bandage whenever I would go out. An...

I Lost My Teeth

At the end of 2019, I lost my teeth due to a traffic accident. It took me weeks to recover the road rash. During that time, I learned two life lessons. Here is the story on the day my teeth went away and after the loss. It was a good Friday to ride around the city. Not too hot, yet not raining. I had been a vampire for the last 3 days without letting my skin be exposed to sunlight. So I decided to go out on that day. Before I began my ride, I prepared my room to be cozy when I was home later. I also refuelled the motorcycle so that I could ride for all day. I was in a very happy mood. Then I rode to my first stop at noon. No foretoken. Only joy. Everything went well until it was only a four-way intersection to arrive at my first stop. Just before the intersection, I had an accident. The moment I felt my body fell to the road, I immediately realized that   I LOST MY TEETH !!!   😰 My motorcycle was on the top of me. A young man who rode behind me lifted the motor and put it at ...

Motivasi Hari Senin

Senin, hari yang selalu orang-orang keluhkan karena menandakan berakhirnya hari libur. Rasanya seperti harus kembali ke rutinitas yang itu-itu saja dalam 1 minggu. Perlu waktu 5 hari lamanya menuju hari bebas tanpa beban pikiran yang mengganggu. Itu kata mereka yang sangat menikmati akhir pekan tanpa terburu-buru. Tapi Senin tidak terasa seperti itu bagiku. Here is my motivation. Source: imgbin.com Sebagai awal untuk memulai minggu yang baru, hari Senin seharusnya menjadi hari untuk memulai segala yang baru. Jadi hidup ngga cuma rutinitas yang itu-itu melulu. Jika sejak awal kita udah atur suasana hati pengennya minggu ini rasanya seperti apa, hari-hari berikutnya akan mampu kita lewati dengan suasana hati demikian. Misalnya, minggu ini akan banyak meeting untuk merencanakan strategi bisnis selama satu tahun ke depan. Perlu ada strategi yang cerdas dan menantang supaya bisa menang di hati pelanggan. Maka, suasana hati kita harus seneng dan antusias biar meeting-nya bis...

To the dearest future companion

To the dearest future companion, Walking at night Staring at the beautiful moon Wishing you were here Sharing our stories Walking in the morning Greeting a great day Wishing you were here Together, creating a valuable life Walking in the noon Talking to the skies Wishing you were here Encouraging each other Walking everyday Making efforts to become greater To replace the third line of each verse with: so glad you are here now Beyond grateful, The present me (May 6th, 2018) -- This little note was posted on Line timeline post at 1:23 AM. To keep the note readable in the future, I decided to re-post this in my blog :)

Letting You Go

Hannah, I love you and I let you go. (Clay Jensen, 13 Reasons Why Season 2) Beberapa bulan yang lalu, aku ngebut nonton semua episode 13 Reasons Why Season 1 dan 2. Dari semua episode, kalimat yang diucapkan Clay di gereja saat upacara pelayanan untuk Hannah itu benar-benar berkesan bagiku sampe sekarang. Setelah Clay ngomong gitu, "arwah" Hannah seolah pergi. Sebelum itu, Skye, mantannya Clay, memilih untuk pergi meninggalkan Clay. Skye mengatakan hal yang sama kepada Clay: Skye loves Clay and still lets him go. So, Clay melakukan hal yang sama kepada Hannah. Apa yang dilakukan Skye ke Clay dan Clay ke Hannah menyadarkanku satu hal: menerima dan membiarkannya pergi. ( 13 Reasons Why  adalah film serial Netflix tentang isi rekaman Hannah Baker yang dibuatnya sebelum ia melakukan bunuh diri. Hingga saat ini, udah ada Season 1 dan Season 2, meanwhile Season 3 is coming soon!) So here is my story. Falling for someone adalah hal yang lumrah melanda anak muda yang masih sing...

Coretan Sisi Lain

Lahir bersama, kekal abadi Selalu maju, senyum di hati Itu penggalan akhir lagu Ikeda Kayo-kai, sebuah lagu manis yang diciptakan untuk divisi pemudi. Aku mendengar lagu itu pertama kali pada lima tahun yang lalu, sekitar bulan September 2012. Ya, saat itu Kenshu Pemudi Nasional pertama diselenggarakan di Puncak. Aku masih kelas 2 SMP kala itu. Sebuah titik baru yang menyulutkan tekad merevolusi jiwa di hidupku terbentuk sejak aku dateng ke kenshu itu. Betul-betul berkenang. Dengan perjuangan yang enggak mudah, aku akhirnya bisa mengikuti Kenshu Pemudi Nasional pertama tersebut. Keterbatasan biaya, si penghalang terbesarku. Namun, aku berjodoh dengan orang yang sangat welas asih. Aku enggak akan pernah melupakan apa yang telah orang itu lakukan. Tanpa itu, mungkin aku ngga ke kenshu waktu itu. Pada tanggal 8-9 April yang lalu, Kenshu Pemudi Nasional kedua akhirnya diselenggarakan. Dengan tema "It Starts with Me", kenshu kali ini diadakan di 3G Resort, Ciawi, Bogor. A...

Light A Lantern

When we become the reason of someone's smile, we shall be the happiest person ever. As the words I often listen: If you light a lantern for another, it will also brighten your way. Pada masa sekolah, kegiatanku tak hanya diisi dengan pekerjaan sekolah. Aku juga terlibat dalam kegiatan di Soka Gakkai Jambi. Terlibat dalam kepanitiaan dan kegiatan-kegiatan rutin, seperti pertemuan bulanan. Apa yang mendasari diriku untuk melibatkan diri, pada awalnya, hanya semata untuk menambah kegiatan dan pengalaman. Tak lebih dari itu, pada awalnya . Berjalannya waktu, perlahan, membuatku menyadari bahwa ada suatu poin yang menjaga diriku tetap mau dan betah untuk terlibat. Aku tidak mengeluhkan setiap tugas yang dilimpahkan padaku, meskipun ada saatnya aku mencapai titik jenuhku. Secara sukarela, aku bersedia menuntaskan setiap tugas. Ko Yansen pernah menekankan padaku bahwa itu adalah tugas jiwa. Ya, tugas jiwa. Ketulusan. Kebahagiaan. Ada kepuasan yang tak terbayarkan oleh materi saat m...

Aneh?!?

Mumpung lagi bebas dari segala kerjaan yang ada, saatnya untuk mengisi blog ini lagi! Huehuehue. Sejak awal, blog ini selalu diisi dengan posting berkonten yang menggunakan gaya bahasa baku. Isinya pun sebagian besar mengenai hal-hal serius. Kadang kala ditemui kata-kata seperti wkwkwk , hahaha , bahkan huehuehue  sekarang. Kuakui, gaya bahasaku saat berbicara juga demikian. Tapi, kalo ketawa ya ketawa normal, bukan wkwkwk . Ngomong-ngomong soal ketawa, anehnya, ada yang bilang cara tertawaku aneh. Aku tidak tau atas dasar apa temanku itu mengatakan demikian. Aku merasa aku tertawa seperti orang-orang pada umumnya, tapi mereka menilai itu aneh. Apakah aneh karena ini beda kota, atau memang aneh dari sononya? Ini keanehan pertama.  Tapi aku yakin, meskipun aneh, kuping mereka gak sampe panas dan mereka gak sampe mau muntah kok. Tentang gaya bahasa yang aku gunakan. Banyak yang bilang terlalu baku dan terlihat serius. Sehingga aku dianggap sebagai orang yang enggak suka b...

Kemenangan Menantang II

Gue harap, gue enggak berhenti di final. Ortu gue harus bisa bangga kembali di 2015. Gue mau buktiin kalo gue juga bisa cetak tinta emas lagi di penghujung tahun 2015. Suram banget soalnya tahun itu, perasaan gue.

Apresiasi Diri Sendiri

Seragam sekolahku masih putih-biru ketika itu. Hari itu cukup cerah, tak ada yang membuatku merasa cemas. Memang, bukan cemas yang akan melandaku hari itu. Namun, momen beberapa detik di hari itu yang kukenang hingga sekarang. Hanya beberapa detik. Bukan kegembiraan yang menjadi kenangannya. Bukan pula kesialannya. Ingatanku sudah samar-samar, tetapi pelajaran berharga dari momen itu mengakar pada diriku.

Volunteering

"Masa' partisipasinya di acara kampus orang. Di kampus sendiri aja belum," celetuk salah seorang temanku. "Jadi volunteer? Ngapain aja? Capekin aja, bayar lagi." Begitu bunyi tanggapan lainnya. Whatever, I don't really care. Yang pengen kucari adalah pengalaman  dan pelajaran !

Standing On the New Stage

After being a participant on the new student orientation, August 28th, 2015, I started to stand on the new life stage. All new students were officially being part of my university's big family. All of us are going to start this real college life on Monday.