Skip to main content

Dua Tahun di Mobilepulsa

Cerita ini dimulai dari akhir bulan Maret 2018, aku ngirim email lamaran magang untuk pertama kalinya. Dua minggu kemudian, interview kerja untuk pertama kalinya. Pertengahan April, (thankfully) diterima magang untuk pertama kalinya. Tanggal 4 Mei 2018, officially masuk kantor sebagai anak intern untuk pertama kalinya.

Kala itu, aku masih kuliah semester 6. Atas rekomendasi dari kakak angkatan, Hansen dan Sintya, aku memutuskan buat apply magang di Mobilepulsa. Eh lagi hoki, jadi keterima di sana. Karena ini magang pertama, jadi aku excited banget waktu itu, sampe cerita ke temen terdekatku betapa deg-degan menunggu hari pertama tiba! Hahaha.

Setelah selesai masa magang, aku tetep lanjut jadi karyawan part-time sambil kuliah. Skripsi selesai, wisuda, udah jadi full-timer, dan sampai post ini dibuat, aku masih stay di sini.


Kenapa masih betah di Mobilepulsa?

Ada dua impresi pertamaku terhadap Mobilepulsa (Indobest Artha Kreasi). Dan impresi itu bertahan sampe sekarang, yang berhasil bikin aku betah jadi bagian dari perjalanan IAK.

Pertama, lingkungan yang suportif. Aku merasakan adanya dukungan dan energi positif dalam kondisi dan melalui bentuk apapun. Nah kebetulan kan ini anaknya kadang suka gak bisa diam ya. Jadi ceritanya tahun lalu ada sebuah bootcamp di Jakarta selama 3 hari. Aku dan Kak Eddy ikut kegiatan itu. Kami dikasih full support buat belajar di sana berupa akomodasi dan ijin kerja. Jadinya bisa bener-bener ngikutin acaranya deh. Selain itu, kantor juga memberi pengertian buat employee yang masih mahasiswa. Jadwal masuk kantorku diatur mengikuti jadwal kuliah yang kosong waktu masih zaman semester 7. Tentunya, kerjaan harus bisa kelar dan bisa dipertanggungjawabkan meskipun part-time.

Di dalam kantor, hubungan antarkaryawan juga baik dan saling menghargai. Lingkungan kayak gini tentunya gak lepas dari cara pimpinan Mobilepulsa menanamkan karakter dan budaya perusahaan. Salute! 🫡

Kedua, lahan yang subur untuk berkembang bersama. Gak mungkin kalau setiap individu gak pernah melakukan kesalahan. Justru dari langkah yang salah, kita belajar untuk jadi lebih baik lagi ke depannya, bukan malah jadi takut untuk cobain hal baru. Begitu kira-kira kata CEO Mobilepulsa, Budiman, yang aku inget.

Aku pernah bikin kesalahan di kodingan, bahkan pernah salah langkah dalam hal manajemen. Aku sempet down, udah merasa semacem "wagelaseh, leader macam apa aku ini". Tapi aku tetap dibimbing untuk memperbaiki kesalahan dan sama-sama belajar supaya gak mengulanginya. *now playing: You Raise Me Up 🎼*

Kesempatan untuk belajar dan eksplorasi hal baru selalu terbuka lebaaaaar buanget di sini. Mau itu ngoding bahasa baru, nyicip teknologi baru, handle server, bahkan soft skill kayak komunikasi dan manajemen.


Put those things aside. Ada alasan penting yang agak personal. Sebelumnya, mari balik sekilas ke zaman kuliah, lupa sih semester 3 atau 4. Aku masih inget waktu itu kelasnya Pak Hadi Hemanda (mata kuliahnya udah lupa juga). Beliau nanya ke kelas, pekerjaan itu idealnya yang kayak gimana sih. Yang lain pada jawab, "dapet duit", "menghasilkan produk/jasa". Pak Hadi sambil nulis yang udah di-mention di papan tulis.

Trus aku mikir, dari kriteria yang ada, teroris bisa termasuk pekerjaan dong. Alhasil, seorang mahasiswi yang biasa diem di kelas ini menyahut, "Yang memberi dampak baik untuk orang lain?" Lalu Pak Hadi bilang, "Nah ini jawaban yang luar biasa, bagus sekali bisa kepikiran ini," sambil nulis di papan tulis. Wah aku langsung terbang seketika.


Balik lagi ke Mobilepulsa, jadi apa hubungannya dengan cerita tadi? Secara tanpa sadar, jawaban itu sebenarnya nempel di hati kecilku, menjadi salah satu tujuanku dalam pekerjaan. Setelah semakin tau seluk beluk Mobilepulsa, bagaimana dampaknya untuk masyarakat, dan sedikit banyak tentang hati dari para bosqu, si hati kecil merasa "ini searah nih". Bisikan hati kecil itu turut menjadi alasan kuat yang membuat aku stay.


2 tahun di Mobilepulsa, udah dapat apa aja?

Banyak banget! Banyak pengalaman, hard skill, soft skill, hingga fasilitas yang aku dapet selama bergabung di sini. Bukan hanya soal ngoding dan tentang teknologi, melainkan juga rasa tanggungjawab, kerjasama antartim, dan komunikasi dengan pihak luar. Lagi-lagi karena hoki, aku bisa merasakan pengalaman memanajemen tim. Akhir tahun lalu, aku diberi kesempatan dan kepercayaan menjadi team leader.

Aku sadar, masih jauh dari jago ngoding. Dengan lingkungan kantor yang suportif dan kesempatan berkembang, aku merasakan adanya perkembangan dari waktu ke waktu--ini yang penting sebenarnya.

Sharing dikit nih. Salah satu perkembangan yang paling aku rasakan adalah tentang delegasi dan kepercayaan pada tim. Meskipun aku pernah beberapa kali jadi koordinator divisi di kepanitiaan selama kuliah, rasa percaya ini yang paling sulit untuk ditaklukkan. Seiring berjalannya waktu, aku terus belajar dan mencoba kasih kepercayaan. Jelas gak sukses pada percobaan-percobaan awal. Kalau dikilas dari masa saat itu hingga sekarang, ada perkembangan luar biasa bagi diriku. Dulunya aku selalu merasa kurang percaya pada kemampuan anggota karena seringkali gak memenuhi ekspektasi. Tapi semakin sering belajar dan evaluasi diri, aku mulai bisa melihat bahwa "ada permata di dalam jubah" mereka. Mungkin mereka sendiri juga gak sadar. Inilah tugas kita sebagai leader, kepala divisi, koordinator divisi, atau apapun istilahnya, untuk membantu mereka mengeluarkan potensi dalam diri mereka. Dan semakin ke sini, aku udah gak menyimpan keraguan terhadap kemampuan tim. Aku percaya, setiap orang pasti punya "permata". Perkembangan diri seperti ini bagiku sangat luar biasa berharga. The struggle is real. 🔥


Apa harapan buat Mobilepulsa ke depannya?

Terus memberi ruang dan kesempatan untuk berkembang, menyebarkan energi positif, memberi pelayanan terbaik untuk customer, dan memberi dampak baik untuk masyarakat 🙌

Comments

Popular posts from this blog

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Motivasi Hari Senin

Senin, hari yang selalu orang-orang keluhkan karena menandakan berakhirnya hari libur. Rasanya seperti harus kembali ke rutinitas yang itu-itu saja dalam 1 minggu. Perlu waktu 5 hari lamanya menuju hari bebas tanpa beban pikiran yang mengganggu. Itu kata mereka yang sangat menikmati akhir pekan tanpa terburu-buru. Tapi Senin tidak terasa seperti itu bagiku. Here is my motivation. Source: imgbin.com Sebagai awal untuk memulai minggu yang baru, hari Senin seharusnya menjadi hari untuk memulai segala yang baru. Jadi hidup ngga cuma rutinitas yang itu-itu melulu. Jika sejak awal kita udah atur suasana hati pengennya minggu ini rasanya seperti apa, hari-hari berikutnya akan mampu kita lewati dengan suasana hati demikian. Misalnya, minggu ini akan banyak meeting untuk merencanakan strategi bisnis selama satu tahun ke depan. Perlu ada strategi yang cerdas dan menantang supaya bisa menang di hati pelanggan. Maka, suasana hati kita harus seneng dan antusias biar meeting-nya bis...