Skip to main content

Dream Bigger, Reach Higher: Decision & Motivation

Hai!

Sebelumnya, aku udah ceritain dikit latar belakang ikut OSTN SMK. Aku ditawarin buat ikut bidang fisika sama biologi. Bagaimanapun juga, aku harus pilih salah satu. Butuh waktu sampai kurang lebih 2 bulan buat mutusin ikut yang mana.


Kedua guru bidang itu 'berebutan'. Ngga ada yang mau ngalah. Di saat mereka udah harus kasih nama yang ikut ke wakil kepala sekolah, bu Narti, nama aku ada di dua bidang itu. Bu Narti tanya lagi ke aku. "Pilih mana yang Tine suka," kata beliau. FYI, orang-orang yang udah akrab biasanya panggil aku dengan Tine. Nah, sejak SD, aku selalu dapat ranking 5 besar, bukan nyombongin diri ye. Wkwkwk. Di SMK ini juga aku dapat ranking 1 untuk semester 1 dan 2 untuk semester 2 di kelas X. Oh ya, pas masa ini, aku udah kelas XI. Kedua guru itu yakin aku bisa memenangkan lomba itu, mengingat ranking aku di kelas dan prestasi waktu SMP.

Aku udah pernah bertekad, aku pengen tetap meraih prestasi selama SMK. Dan ketika ditawari ikut OSTN, aku seneng banget. Target doa dalam daimoku aku terwujudkan. Jadi, aku makin rajin daimoku. Aku mau pilih salah satu. Dan, pada akhirnya, aku memilih biologi. Aku sempat ganti jadi fisika setelah guru fisika SMP aku suruh aku mikir lagi. Beliau percaya banget sama aku. Setelah berpikir lagi dan lagi, plus daimoku, aku mantap milih biologi. Kenapa?

First, aku udah pernah ikut OSN Biologi tingkat kota pas SMP dan aku gagal. Aku mau membalas kekalahan aku. Second, ilmu biologi ini akan selalu berguna. Jadi, seandainya aku kalah, ilmunya bisa tetap aku ingat, karena menyangkut makhluk hidup, terlebih tentang tubuh manusia. Third, di jurusan multimedia ngga dipelajari biologi. Nah, ini aku jadikan challenge. Aku ingin benar-benar menikmati challenge selama masih muda. Kalau ada challenge, aku jadi punya semangat dan harapan. Bukankah itu yang membuat kita terus 'hidup'? ;)

Maka, sejak Januari 2014, aku bertekad untuk bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Aku mau 'menang'. Ini kesempatan emas bagi aku. Target aku adalah dapat medali, entah itu perunggu, perak, atau emas. Itu artinya aku harus bisa dapat juara 3 besar. Sebelum bisa dapat medali, aku harus melewati beberapa tahap. Akan ada tingkat kota, di mana aku akan melawan SMK di kota Jambi. Lalu, tingkat provinsi melawan SMK perwakilan tiap kabupaten di provinsi Jambi. Setelah menang di tingkat provinsi, barulah aku bisa ke tingkat nasional, melawan perwakilan terbaik setiap provinsi di Indonesia, dan tentunya berjuang untuk capai target aku.

Selain buat aku sendiri, aku juga berdoa supaya perwakilan dari sekolah aku bisa ke nasional semua. Soalnya, kalau mereka lolos ke nasional juga, aku jadi tetap punya kawan satu sekolah yang sama-sama berjuang. Secara tidak langsung, ini membuat aku termotivasi untuk semangatin mereka. Gimanapun, lebih enak kalo ada kawan seperjuangan dari sekolah yang sama, kelas yang sama, dan kalo bisa sih sama-sama cewek. Jadi enak gitu, bisa cerita-cerita, seperti para wanita pada umumnya. HA-HA-HA.

Aku bener-bener terdorong. Aku melaksanakan daimoku secara rutin, mulai belajar sendiri dari video dan e-book, bahkan pinjam buku Biologi SMA milik teman.

Di saat yang bersamaan, tersiar kabar akan diadakan bunkasai nasional di Jakarta. Seingat aku ketika itu, OSTN tingkat nasional biasanya diadakan di bulan-bulan akhir. Bunkasai akan diselenggarakan pada bulan Oktober. Aku pengen ikut dua-duanya, takutnya 'tabrakan' harinya. Emang sih tingkat kota aja belum lomba, tapi aku udah mikir sejauh itu. Mimpi duluan, engga apa kali ya... :D

By the way, bunkasai itu sebuah acara festival kebudayaan. Bunkasai nasional diselenggarakan dalam rangka merayakan 10 tahun berdirinya Soka Gakkai Indonesia. Ini penting banget bagi aku. Jadi nambah lagi nih challenge. Pokoknya, aku udah bertekad untuk menang. Aku mau menorehkan tinta emas di usia aku yang memasuki 17 saat itu.

Well, I think that's enough for this time. Next, aku akan ceritain perjuangan menuju tingkat kota dan para perwakilannya. See ya there!

Comments

Popular posts from this blog

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Motivasi Hari Senin

Senin, hari yang selalu orang-orang keluhkan karena menandakan berakhirnya hari libur. Rasanya seperti harus kembali ke rutinitas yang itu-itu saja dalam 1 minggu. Perlu waktu 5 hari lamanya menuju hari bebas tanpa beban pikiran yang mengganggu. Itu kata mereka yang sangat menikmati akhir pekan tanpa terburu-buru. Tapi Senin tidak terasa seperti itu bagiku. Here is my motivation. Source: imgbin.com Sebagai awal untuk memulai minggu yang baru, hari Senin seharusnya menjadi hari untuk memulai segala yang baru. Jadi hidup ngga cuma rutinitas yang itu-itu melulu. Jika sejak awal kita udah atur suasana hati pengennya minggu ini rasanya seperti apa, hari-hari berikutnya akan mampu kita lewati dengan suasana hati demikian. Misalnya, minggu ini akan banyak meeting untuk merencanakan strategi bisnis selama satu tahun ke depan. Perlu ada strategi yang cerdas dan menantang supaya bisa menang di hati pelanggan. Maka, suasana hati kita harus seneng dan antusias biar meeting-nya bis...