Skip to main content

Dream Bigger, Reach Higher: Toward the Last Round II

Hai!

Pembinaan sesi pertama telah usai. Meski bulan puasa, aku, Wina dan Retta tetap disuruh ke sekolah untuk belajar. Kami benar-benar ditempa dengan materi selama berbulan-bulan. Semoga bisa membawa hasil yang baik!


Oke.


Ketika teman-teman sekelas aku sedang sibuk magang, kami bertiga tidak ikut magang. Praktik magang dilaksanakan selama 2 bulan, dari 19 Mei sampai dengan 19 Juli. Berhubung tidak ikut magang, jadi kami bertiga disuruh ke sekolah. Meskipun bulan Juni adalah bulannya liburan kenaikan kelas, kami tetap ke sekolah buat belajar. Bulan puasa sekalipun tetap ke sekolah.


Hingga tibalah bulan Agustus. Walaupun proses belajar mengajar tahun ajaran baru telah dimulai sejak pertengahan bulan Juli, kami tetap di perpustakaan, enggak ke kelas. Kami udah kelas XII nih. Di bulan inilah, aku benar-benar ketinggalan semua pelajaran di kelas. Tapi, bagi aku, aku mau fokus untuk lomba. Aku menantang diri aku supaya bisa dapat ranking pertama di kelas semester I ini, walau tidak mengikuti pelajaran selama satu bulan lebih. *menghela nafas*


Sejak tanggal 6 sampai dengan 26 Agustus, pembinaan dipusatkan di SMAN 3 Kota Jambi. Nah, karena si Bagus tinggalnya di luar kota Jambi, jadi dia tetap nginap di Edotel. Setiap pagi, dia diantar oleh pak Ilham, kayak event organizer untuk pembinaan ini. Biar kata di sekolahan orang, makanan tetap diantarin. Hahaha.


Biologi dan matematika belajar di laboratorium biologi. Fisika di lab. fisika. Sedangkan kimia, kadang di lab. kimianya SMAN 3, kadang ke SMA Xaverius 1, SMA Adhyaksa, bahkan ke SMAN 1 Kota Jambi. Wah. Beruntung si Wina pake motor. Itu semua adalah sekolah-sekolahnya guru kimia Wina.


Selama bulan ini, aku diajarin sama bu Evi, full tiap hari. Mau gantian sama pak Nugroho dan pak Samuri, tapi mereka berdua sibuk. Di sinilah aku diajarkan kembali cara menggunakan peralatan laboratorium. Selain praktikum, juga masih belajar yang teori.


Kembali lagi, ada cerita lucu selama praktikum. Ceritanya kan mau praktik mengamati respirasi serangga, diambil kecoa. Malam harinya, aku sama Papa ambil kecoa di selokan depan rumah. Aku ngga berani ambil sendiri. Megang aja ngga berani. Papa yang tangkap, dengan peralatan sederhana: sapu dan pasangannya (aku ngga tau sebutannya apa, yang aku tau, dalam bahasa Hokkien disebut 'puntao'). Ketangkap juga sih kecoanya. Tapi, kakinya udah copot satu buah. Itupun Mama yang masukin ke dalam botol. Aku sama sekali ngga berani. Ngga kebayang kalo seandainya nanti pas lomba praktikumnya adalah respirasi kecoa ini. Waduh.


Ini belum nyampe di bagian lucunya. Esok paginya, kecoanya mati. Hadeh -_-. Padahal di botol itu dikasih lubang banyak-banyak. Jadi, pagi-pagi, Mama ambil lagi kecoanya. Kali ini, kecoanya sehat, engga copot kakinya. Wkwkwk. Lalu dibawalah ke SMAN 3. Selama perjalanan, aku yang pegang botolnya. Rada jijik sama takut juga sih. Sesampainya di laboratorium, kecoanya mau dimasukin ke alat untuk praktikum itu. Nah, aku mundur pelan-pelan, sementara bu Evi mulai buka botolnya untuk ambil kecoa. Pas dibuka, eh, kecoanya loncat dan kabur! Aku sendiri ikutan loncat, karena terkejut, lalu jatuh. Detik-detik kronologinya adalah: kecoa loncat, aku terkejut, aku mundur dengan gerakan cepat, lalu aku terjatuh ke lantai dengan posisi duduk karena licin! Astagaaaaa! Malu, cuy. Si Frengki, anak SMAN 3 yang mewakili provinsi Jambi dalam OSN Ekonomi, juga ada di sana. Aduh. Seisi ruangan tertawa semua. Bu Evi masih sibuk nangkap kecoanya. Pak D, guru matematika yang lagi ngajar Retta dan Bagus, ikut bantu bu Evi.


Setelah jerih payah kejar kecoanya, akhirnya ia berhasil dimasukkan ke dalam alat itu. Fiuh! Sorry, kecoa. Tapi, aku berterima kasih padamu, kecoa! Hihihi.



***

Valdi Setiawan, anak SMA Titian Teras HAS, mewakili provinsi Jambi dalam OSN Biologi. Dia satu-satunya perwakilan bidang biologi SMA. Nah, ada beberapa kali dia juga ikutan praktik di lab. Kadang, kami berdua juga belajar teori.


Valdi juga dapat giliran praktik respirasi hewan. Dia beli jangkrik, banyak banget. Jangkrik kecil. Aku ngga mau ikutan dah. Waktu aku praktik kecoa itu, dia belum belajar di lab.


Dari situ, aku berharap supaya praktikumnya sama sekali tidak ada pake hewan hidup. Ngga tega juga kalo mau bunuh.


Kata bu Evi, praktikum OSTN SMK ini sama dengan praktikumnya anak SMA yang biasa di sekolahan. Jadi ya, aku dibekali semua praktikum biologi SMA.



***

Kadang, kami berlima merasa bosan. Gimana enggak. Dari pagi sampe sore, kami hanya bertatapan dengan kertas dan tulisan. Jadi, biar ga bosan, kami cerita-cerita. Setelah makan siang, yang muslim bakal sholat dulu. Nah, di waktu itulah, kami ngumpul buat cerita. Makan aja pun ngumpul di satu tempat. Biasa sih di lab. fisika, karena di sana banyak 'mainan'. Wkwkwk. Banyak alat di sana. Hasil tugas fisika anak-anak sana kan ditaruh di dalam lab itu. Beda dengan lab. biologi yang ngga ada 'mainan'. Cuma ada pipet tetes, tabung, gelas, mikroskop, alat peraga, kaca, dan saudara-saudara mereka yang lain.



***

Malam hari, aku tetap hadir untuk latihan DD di lapangan parkir KONI. Pertemuan juga tetap datang. Daimoku tetap aku laksanakan. Waktu terus berjalan. Hari-H semakin dekat. Api semangat semakin besar. Aku pasti bisa, aku pasti 'menang'!


Tinggal beberapa hari lagi, aku akan berangkat ke Lombok. Para kontingen OSN SMA dan SMK provinsi Jambi sudah dilepas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.


Tanggal 1 September 2014, pukul 10 pagi, aku pergi ke bandara, diantar Papa dan Mama. Sebelum ke bandara, Papa suruh aku daimoku dulu. Penerbangan ke Lombok memakan waktu yang lama. Kami, dari Jambi, harus transit ke Jakarta dulu. Tengah hari, kami 'terbang' ke Jakarta dengan maskapai Lion Air.


See ya!

Comments

Popular posts from this blog

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Motivasi Hari Senin

Senin, hari yang selalu orang-orang keluhkan karena menandakan berakhirnya hari libur. Rasanya seperti harus kembali ke rutinitas yang itu-itu saja dalam 1 minggu. Perlu waktu 5 hari lamanya menuju hari bebas tanpa beban pikiran yang mengganggu. Itu kata mereka yang sangat menikmati akhir pekan tanpa terburu-buru. Tapi Senin tidak terasa seperti itu bagiku. Here is my motivation. Source: imgbin.com Sebagai awal untuk memulai minggu yang baru, hari Senin seharusnya menjadi hari untuk memulai segala yang baru. Jadi hidup ngga cuma rutinitas yang itu-itu melulu. Jika sejak awal kita udah atur suasana hati pengennya minggu ini rasanya seperti apa, hari-hari berikutnya akan mampu kita lewati dengan suasana hati demikian. Misalnya, minggu ini akan banyak meeting untuk merencanakan strategi bisnis selama satu tahun ke depan. Perlu ada strategi yang cerdas dan menantang supaya bisa menang di hati pelanggan. Maka, suasana hati kita harus seneng dan antusias biar meeting-nya bis...