Skip to main content

Dream Bigger, Reach Higher: Preparation to Mataram

Hai!

Di bagian khusus ini, aku akan memaparkan sedikit tentang persiapan aku berlomba di Mataram. Mungkin, kalian yang kebetulan terpilih atau belum, namun masih bingung mau bawa apa aja untuk tingkat nasional, di sini aku share pengalaman aku. Silakan baca! :D



Sebetulnya, bagian ini termasuk dalam bagian Toward the Last Round. Tetapi, karena udah keburu di-publish, trus baru inget, ternyata aku belum masukin cerita yang ini, ya udah aku buat bagian baru lagi deh. Hehehe.

Sebelumnya, aku sering baca di internet bahwa buku biologi yang lengkap adalah bukunya Campbell-Reeve (lebih sering disebut buku Campbell aja). Bu Evi juga selalu menggunakan buku itu. Dan hebatnya, beliau menguasai ketiga-tiganya! Applause buat ibu Evi! Buku Campbell ada tiga jilid. Jilid pertama lebih ke sel dan biokimia. Jilid kedua tentang tumbuhan. Sedangkan jilid ketiga tentang hewan dan manusia. Ketiga buku tersebut harganya memang mahal, tapi setimpal dengan banyak halaman dan informasi di dalamnya. Di perpustakaan sekolah aku, belum ada itu buku. Sir Linus dari awal sudah pernah bilang, "Kalau butuh apa-apa, semisal buku, kasih tau Sir, ya. Nanti segera dicarikan." Oke, aku kasih tau ke penjaga perpustakaan. Lalu, mereka kasih tau Sir Linus dan segera beli. Buku itu ada di perpustakaan pada beberapa hari menjelang keberangkatan aku ke Mataram.

Jadi, setelah pembinaan sesi kedua selesai, aku, Retta dan Wina masih disuruh ke sekolah tiap hari sampe sore buat belajar. Aku banyak menghabiskan waktu membaca buku Campbell. Karena, aku memang berencana buat matangin pemahaman aja.

Rencananya sih mau aku baca tu buku ke Mataram. Tapi, berat euy... Jadinya ya, aku catat bagian penting. Gak banyak. Beberapa poin yang aku rasa masuk ke materinya biologi terapan.

Nah, jadi selama belajar dari perjuangan tingkat kota hingga sekarang (nasional), aku punya satu (sekarang udah jadi 2) buku catatan biologi. Semua materi yang aku pelajari ada di situ. Dan buku itu aku bawa ke Mataram.

Selain itu, jangan lupa bawa jam tangan dan stopwatch! Aku bener-bener lupa. Jam tangan yang sekaligus stopwatch ada sebenarnya, tapi gak tau kenapa, hidup mati di sana. Terpaksa, minta dibeliin pas di Mataram. 'Minta dibeliin'. Wkwkwk.

Kemudian, dari jauh-jauh hari, aku sudah berpikir tentang ini. Selama di pesawat dan di bandara, pasti bosen banget abisin waktunya. Nah, aku unduh soal-soal SBMPTN tahun-tahun lalu (ini sudah pernah dipaparkan di bagian-bagian sebelumnya, The Secrets). Bukan hanya itu. Soal olimpiade biologi dari negara lain juga aku unduh. Itung-itung, belajar bahasa Inggris, walaupun soal OSTN bukan berbahasa Inggris. Wkwkwk. Denger-denger, juri kan dari PTN ternama di Indonesia. Aku unduh juga soal ujian masuk UGM dan UI. Soal-soal itu aku bawa.

Aku pake 1 koper buat isi pakaian dan buku cetak biologi SMA. Bu Evi pinjemin aku buku tentang praktikum, dari pak Nugroho. Selain koper, aku juga bawa 1 tas berukuran sebesar laptop 14 inci (rinci banget, wkwk) untuk diisi buku catatan, soal-soal, alat tulis dan identitas diri, botol minum, dan terakhir, uang jajan. Hehehe. Perlu tau, bawa duit jajan, buat beli oleh-oleh.

And, seragam jangan lupa dibawa. Wkwkwk. Persiapkan juga pakaian santai, sesuaikan dengan lokasi lomba. Ini aku gak bawa, padahal sudah jelas di Mataram itu banyak pantai, dan pasti bakal main air di pantai. Hadeh -_-"

Last, but not least... Dukungan dari keluarga. Plus, doa. Ingat kembali pada target. Tekad harus kuat dan optimis.

Next post, tentang perjuangan selama di Mataram... See ya!

Comments

Popular posts from this blog

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Bukan lagi dua, melainkan satu

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. (Matius 19:6) Pagi itu cerah. Kami selalu berdoa supaya cuaca ramah dan semesta turut merayakannya. Akhirnya, hari itu tiba juga. Kerah putih ditegakkan, mawar putih bermekaran. Tanda janji dinyatakan dalam kasih-Nya. 💍 Hari indah itu tidak akan terjadi tanpa doa dan dukungan orang-orang di sekitar kami. Restu orang tua, terutama. Kakak & adik jadi pemberi semangat. Disusul lingkungan yang suportif, teman yang menyayangi, jangan lupa dompet yang memenuhi. 😜 Persiapan kami hampir setahun dengan jasa organizer . Mereka beri rekomendasi, atur koordinasi, menjamin acara terlaksana tanpa distraksi. Kami terima beres. Ini mereka, @areli.organizer . Persiapan kami hampir setahun dengan penyertaan-Nya. Gereja yang kudus jadi saksi. Doa tak boleh putus. Bukan hanya di hari H saja, tapi untuk seterusnya. Karena yang seterusnya lebih menantang. Kata orang, into t...