Skip to main content

Tips Buat Kamu yang Ikut Olimpiade Sains

Yuhuuu!Gue adalah alumni peserta Olimpiade Sains Nasional atau disingkat dengan OSN tahun 2014 jenjang SMK. OSN adalah salah satu event lomba yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud) setiap tahun dengan peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, guru, hingga SD-SMP PKLK.

OSN 2016 segera digelar. Tahun ini, bakal diadakan di kota Palembang, Sumatera Selatan. Wow! Peserta OSN bisa makan pempek terus, dong. Hihihi. Cobain deh kalau kamu berhasil menginjakkan kakimu di kota itu. Rasanya gak ada tandingannya!

Oke, stop ngomongin pempek. Sebagai kakak alumni yang baik #cielah, aku mau membagikan beberapa tips yang mudah-mudahan bisa membuat kamu termotivasi dan bisa mencapai hasil yang baik. Bukan hanya OSN, tetapi semua olimpiade sains juga bisa pakai tips-tips berikut ini. Check 'em out!

1. Pastikan kamu mengetahui seluk-beluk kompetisi yang kamu ikuti!

Ini harus banget! Kamu harus mengenali dengan baik. Apa nama kompetisinya, lingkupnya lokal atau nasional, pesertanya siapa aja kira-kira, siapa penyelenggaranya, kapan dan di mana kompetisi akan digelar, apakah rutin diadakan atau baru pertama kali, seperti apa tingkat soal dan sistem penilaiannya, dan lain-lain.

Informasi tersebut secara sepintas memang tidak begitu penting. Tapi, justru dari informasi itu, kamu bisa cari tahu soal-soal tahun sebelumnya jika kompetisi ini diadakan setiap tahun. Atau kamu juga bisa cari tahu pengalaman peserta kompetisi itu melalui tulisan mereka di blog atau situasi kompetisi jika ada yang pernah mempublikasikan foto di media sosial.

Gimana dengan yang baru pertama kali? Gak masalah! Itu artinya semua peserta kompetisi itu juga belum dapat gambaran gimana-gimananya. Nah, kamu bisa mencari kompetisi serupa di internet.

Tapi, pada umumnya, sebagian besar kompetisi itu sama aja. Cuma beda penyelenggara, pembuat soal, dan lingkupnya.

Kebayang gak, kalau suatu hari kamu ditanya sama temanmu atau saudaramu, "Kamu ikut lomba, ya? Lomba apa? Kapan? Di mana? Lombanya seperti apa sih?" Tuh, kalau kamu sudah tahu seluk-beluk informasi kompetisi yang kamu ikuti, kamu bisa memberikan jawaban yang bukan hanya sekadar menggunakan kata "mungkin seperti ...".

2. Download soal-soal, ini mutlak wajib!

Supaya kamu benar-benar bisa menguasai materi dengan baik, kamu wajib mendownload soal-soal. Kamu bisa mengasah pemahaman materi.

Berhubung aku adalah alumni OSN, jadi aku punya tips tambahan: Pahami dan kuasailah soal satu tingkat di atas tingkat yang sedang kamu ikuti. Misalnya, saat kamu masih berlomba di tingkat kota, pahami dan kuasai soal tingkat kota dan provinsi. Ketika kamu sudah sampai di tingkat provinsi, pahami dan kuasai soal tingkat provinsi dan nasional. Dan ketika kamu tiba di tingkat nasional, lakukan hal serupa dengan soal tingkat nasional dan internasional. Gak ada salahnya kamu belajar satu tingkat di atas, supaya kamu bisa lebih mengeksplor pemahaman kamu. Bahkan, mempelajari soal dari negara lain juga tidak masalah!

Tapi, kalau kamu belum bisa menguasai karena terlalu berat bagimu, kamu bisa mempelajari soal-soal yang ringan dulu. Seperti soal-soal SBMPTN, soal UN, dan soal dari olimpiade lain.

3. Milikilah teman atau guru yang bisa kamu ajak untuk berdiskusi.

Percaya deh. Dengan berdiskusi, kamu bisa mendapatkan hal-hal baru. Tanya-jawab. Kalau cuma baca buku dan jawab soal, pengetahuan kamu mah gitu-gitu doang! Ajaklah temanmu yang juga pintar dalam bidang lomba yang kamu ikuti, atau guru yang membimbing kamu, untuk berdiskusi. Ambil satu bahasan atau kasus, bisa dari buku apapun, tentunya yang relevan dong. Lalu, diskusikan bersama.

Esensi dari poin ini adalah kamu belajar memahami bagaimana orang lain berpikir. Dan akan ada banyak hal yang belum terlintas dalam pikiranmu, tetapi orang lain mampu berpikir sampai situ. Satu poin plus buat kamu, bukan?

4. Berita di media juga perlu kamu ikuti.

Ini untuk memperluas wawasan. Terkadang, soal olimpiade juga bisa diambil dari kasus yang sedang hangat. Lalu, kamu akan diajak untuk berpikir dari sisi bidang lomba kamu.

Pada intinya, ada baiknya kamu mengetahui berita hangat sambil mendiskusikannya bersama teman atau gurumu, seperti pada poin nomer 3. Tapi soal tipe seperti ini belum kamu temukan di tingkat awal. Biasanya di tingkat yang sudah tinggi baru ada. Meski begitu, tak ada salahnya 'kan mengikuti perkembangan informasi dari sekarang?

5. Berdoa. Optimis dan realistis. Kuatkan tekad!

Paling penting nih, kamu harus berdoa! Restu dari Tuhan sangat penting. Berdoalah untuk dirimu sendiri dan teman-teman kamu. Jangan lupa buat berusaha juga. Kalau kamu cuma berdoa minta dipermudah biar bisa menang tanpa disertai usaha yang tekun, ya nol besar. Begitupun sebaliknya, belajar keras tapi enggak berdoa, juga susah.

Selain doa, camkan dalam hatimu bahwa kamu harus percaya pada dirimu sendiri. Jadilah optimis dan realistis. Lakukan yang terbaik, percaya bahwa kamu pasti bisa. Selalu memandang segala hal secara positif. Dan tentunya, tekad kamu juga harus kuat! Ketika kamu sudah bertekad untuk tidak mengecewakan orang-orang tersayangmu, rintangan bisa saja datang menghancurkan tembok tekad kamu. Kalau si rintangan berhasil, kamu bisa jadi pesimis deh... Dan akhirnya, ...ah, sudahlah.

Kuat!





Setiap kompetisi pasti ada yang menang dan kalah. Menang dan kalah dalam kompetisi sebenarnya hanya berbeda dalam hal penghargaan saja. Ketika menang, kamu dapat hadiah dan penghargaan. Ketika kalah, kamu enggak dapat apa-apa (miris, sedih deh~).

Yang perlu kamu fokuskan adalah tekad, doa dan usaha. Yakin pada dirimu sendiri. Lalu, apapun hasilnya kelak, kamu tidak boleh terlarut terlalu dalam. Evaluasi setiap hasil. Menang sekalipun, harus kamu evaluasi lagi, apa yang perlu kamu tingkatkan supaya pada kompetisi mendatang kamu bisa mempertahankan prestasi ini.

Semoga berhasil, ya, para Saintis Indonesia!

Comments

Popular posts from this blog

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Bukan lagi dua, melainkan satu

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. (Matius 19:6) Pagi itu cerah. Kami selalu berdoa supaya cuaca ramah dan semesta turut merayakannya. Akhirnya, hari itu tiba juga. Kerah putih ditegakkan, mawar putih bermekaran. Tanda janji dinyatakan dalam kasih-Nya. 💍 Hari indah itu tidak akan terjadi tanpa doa dan dukungan orang-orang di sekitar kami. Restu orang tua, terutama. Kakak & adik jadi pemberi semangat. Disusul lingkungan yang suportif, teman yang menyayangi, jangan lupa dompet yang memenuhi. 😜 Persiapan kami hampir setahun dengan jasa organizer . Mereka beri rekomendasi, atur koordinasi, menjamin acara terlaksana tanpa distraksi. Kami terima beres. Ini mereka, @areli.organizer . Persiapan kami hampir setahun dengan penyertaan-Nya. Gereja yang kudus jadi saksi. Doa tak boleh putus. Bukan hanya di hari H saja, tapi untuk seterusnya. Karena yang seterusnya lebih menantang. Kata orang, into t...