Skip to main content

Bukan Event Organizer, Tapi Ditunjuk Buat Urus Acara? Read This!

Hai, hai, hai!
Setelah tidak nge-post selama sebulan, akhirnya saya kembali! Kali ini, aku akan berbagi beberapa tips untuk kamu yang ditunjuk buat mengurus suatu acara namun kamu sendiri bukan seorang event organizer.



Kamu bukan Event Organizer? Enggak masalah kok!

Pengalaman membuktikan bahwa meskipun kamu bukan seseorang yang pekerjaannya atau latar belakang pendidikannya berkaitan dengan mengelola suatu acara, kamu tetap bisa menyusun dan mengelola acara kamu sendiri. Memang, lebih bagus kalau suatu acara diurus oleh seorang event organizer atau singkatnya EO. Tapi, kalau budget kamu enggak banyak, gimana dong?

Aku sendiri bukan seorang EO. Tapi berkat pengalaman berorganisasi dan kepanitiaan, aku belajar sendiri bagaimana cara mengurus suatu acara. Pada awalnya, aku dibantu oleh mereka yang lebih berpengalaman namun mereka juga bukan EO. Pada event-event berikutnya, akulah yang memimpin divisi ini. Keseringan mengurus acara kadang membuatku merasa ingin sekali berhenti menjadi panitia dan ingin hanya menjadi peserta. Akan tetapi, aku akan kehilangan sebuah kesempatan yang tidak akan pernah datang dua kali. Bikin acara kan enggak mungkin berkali-kali dengan isi acara yang sama dan kesannya bisa sama persis. Justru, aku bersyukur bisa diberikan kesempatan jadi 'EO amatir'. Hihihi...

Di zaman sekarang, kita dapat dengan mudah mempelajari bagaimana mengurus acara hanya dengan mencari tips melalui mbah Google.

Belum berpengalaman, takut gagal nih!

Pertama kali menjadi ketua divisi acara, aku mengalami sebuah pengalaman tidak baik dan tidak mengenakkan, yang dikenal dengan sebutan kegagalan. Dan aku kecewa terhadap diri sendiri. Kenapa sih tidak bisa mengurus acara dengan baik? Kenapa sih enggak terpikirkan dari awal kalo beginian bisa terjadi? Kok bisa gitu sih? Kesal, pasti. Kecewa, sangat. Tapi, apakah karena gagal, lalu harus mundur dan memutuskan untuk tidak pernah berpartisipasi dalam divisi acara lagi?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan memenuhi pikiran. Tapi jangan khawatir. Tanpa kegagalan, kita tidak tahu apa yang kita lewatkan. Tanpa kegagalan, kita tidak tahu apa yang seharusnya kita lakukan untuk membuatnya lebih baik. Jadi, berterima kasihlah pada kegagalan. Karenanya, event berikutnya bisa lebih baik.

Kegagalan pasti ada di setiap acara. Maka, belajarlah dari mereka yang sudah berpengalaman. Tanyakan pada mereka, apa yang kurang saat mereka mengurus acara dan apa yang sebaiknya dilakukan agar acara bisa berjalan dengan baik.

Pikirkan jika kamu menjadi peserta/hadirin dari acara kamu

Ini perlu dipikirkan dan dibayangkan.

Bayangkan bila kamu berada di posisi peserta atau hadirin acara yang kamu bikin, apa yang kamu rasakan? Apakah kamu merasa nyaman dan tertarik dengan acara itu? Atau malah sebaliknya, membosankan dan membuang-buang waktu?

Jangan lupa, baik acara besar maupun sederhana, harus ada yang namanya gladi. Ini cukup untuk memberikan gambaran bagaimana kita melayani peserta atau hadirin dan bagaimana acara kita akan berlangsung.

Rencanakan juga Plan B

Jika rencana utama tidak berjalan dengan baik, maka harus dilakukan rencana cadangan. Rencana cadangan ini sebenarnya lebih ke bagaimana kita bisa mengatur acara saat rencana utama kita sedang terhambat. Misalnya, bintang tamu atau pembicara belum datang sementara waktunya sudah tiba. Rencana cadangan yang bisa kamu buat adalah mengisi kekosongan dengan hal-hal sederhana seperti memberikan jokes atau dengan menggeser sedikit susunan acaranya.

Pastikan jangan sampai terjadi kekosongan atau garing. Ini bisa buat orang-orang berpikir persiapan acara yang kita buat belum matang.

Evaluasi acara

Jika kamu sudah pernah mengurus suatu acara, dan kali ini ditunjuk lagi untuk memegang posisi tersebut, maka pikirkanlah apa yang kurang dari acara sebelumnya.

Evaluasi acara adalah penting. Aku selalu mengevaluasi acara dengan mencatatnya di buku catatan kecil yang selalu kubawa. Bukan hanya kegagalan, tapi apa yang membuatnya sempurna juga ditulis. Pada bagian kekurangan, sertakan juga apa yang seharusnya dilakukan supaya tidak terjadi kekurangan itu. Bila sewaktu-waktu diperlukan, data evaluasi selalu ada. Bukan hanya berguna untuk kita sendiri, tapi berguna untuk orang lain yang masih newbie dalam mengurus acara.

Pada akhirnya, ...

Berpikir optimis dan realistis. Sertakan doa. Kekompakan tim juga penting. Pastikan persiapannya benar-benar 'matang' dan ready. Beritahu pada pengisi acara untuk hadir satu jam sebelum acara dimulai. Ingat, belajarlah dari orang lain. Jangan malu untuk bertanya dan berdiskusi. Jadilah terbuka terhadap masukan dan kritikan.

Dan pada akhirnya, ini mengakhiri posting kali ini. Semoga membantu!

Comments

Popular posts from this blog

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Bukan lagi dua, melainkan satu

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. (Matius 19:6) Pagi itu cerah. Kami selalu berdoa supaya cuaca ramah dan semesta turut merayakannya. Akhirnya, hari itu tiba juga. Kerah putih ditegakkan, mawar putih bermekaran. Tanda janji dinyatakan dalam kasih-Nya. 💍 Hari indah itu tidak akan terjadi tanpa doa dan dukungan orang-orang di sekitar kami. Restu orang tua, terutama. Kakak & adik jadi pemberi semangat. Disusul lingkungan yang suportif, teman yang menyayangi, jangan lupa dompet yang memenuhi. 😜 Persiapan kami hampir setahun dengan jasa organizer . Mereka beri rekomendasi, atur koordinasi, menjamin acara terlaksana tanpa distraksi. Kami terima beres. Ini mereka, @areli.organizer . Persiapan kami hampir setahun dengan penyertaan-Nya. Gereja yang kudus jadi saksi. Doa tak boleh putus. Bukan hanya di hari H saja, tapi untuk seterusnya. Karena yang seterusnya lebih menantang. Kata orang, into t...