Skip to main content

Narasi Mimpi: 'Vagabond'

Waktu masih musimnya drakor Vagabond, aku ikutan nonton dan ngerasain adrenalin terpacu kala lagi seru-serunya. Eh ternyata kebawa ke mimpi...


***


Hari masih terang. Aku sedang berada di dalam gedung mal. Seperti mal pada umumnya, banyak orang berlalu lalang. Aku sendirian, enggak sama siapapun. Tibalah situasi buruk mencekam. Tersiar informasi bahwa mal berada dalam bahaya!


⚠️ Sebelum lanjut membaca, penting untuk diketahui bahwa ini hanyalah cerita di dalam mimpi, bukan kejadian nyataya gengs! Cusss lanjut... ⚠️


Salah satu bagian mal telah lumpuh dibom oleh sekelompok teroris. Aku berusaha keluar dari mal. Aku turun ke basement untuk ambil mobil (gak tau ini mobil siapa). Ada satu orang temenku yang nyetir. Aku di kursi penumpang. Ehm, temenku muncul gitu aja sih, padahal di awal cerita aku cuma sendirian.

Scene Vagabond. Courtesy of SBS
Liat mobil merah di belakang? Mobil yang dipake di mimpiku sejenis itu. Courtesy of SBS

Kami keluar dari gedung parkir, trus melewati jalan kecil yang menghubungkan pintu parkir dengan jalan raya. Nah setiba di jalan kecil ini, kami berhadapan langsung dengan sekelompok terorisnya! Mereka udah angkat senjata mau nembak. Temenku langsung injak pedal gas sekenceng-kencengnya. Pas lagi ditembak-tembak, aku yang di kursi penumpang langsung nunduk (🎬 kayak di film-film gitu, berlindung di balik dashboard penumpang).

Setelah berhasil ngelewatin mereka, aku menyaksikan gedung malnya satu per satu bagian runtuh karena dibom. Masih banyak orang di dalem sana. Itu scene yang sedih... 😢


Belum selesai di sana, kami dikejar oleh beberapa orang teroris karena dianggap berhasil lolos dari mal 🏃‍♀️🏃‍♂️. Masalahnya, belum semua orang tau soal pengeboman di mal itu. Dengan situasi yang parah begini, kami menuju ke kantor kepala pemerintahan daerah itu untuk meminta bantuan dan perlindungan. Awalnya nggak dikasih masuk sama security-nya. Trus karena aku insist dan terjadi keributan, akhirnya diijinkan masuk oleh bapak kepala (🎬 kayak di film-film lagi kan).

BTW, gedungnya bukan kayak gedung pemerintah negara kita saat ini. Ada kolam dan air mancur di depan, banyak rerumputan, gedungnya mirip markas Avengers yang banyak kaca, modern lah kesannya.

Gedung Avengers
Nahhh gedungnya mirip nih, kaca-kaca semua.

Kami diarahkan naik ke atas dan langsung tatap muka dengan rombongan bapak-bapak pemerintahan. Aku kasih tau ke mereka keadaannya seperti apa. Mereka pun mulai prepare. Nah ketika aku lihat ke luar gedung (melalui kaca jendela), ternyata para teroris udah dateng dan mengepung gedung itu!

Singkat cerita (karena ingetnya langsung ke bagian ini), aku berhasil kabur dari gedung itu. Tapiii, pemerintahan dilumpuhkan oleh serangan teroris. Aku udah gak bisa mengandalkan apa-apa. Mau minta perlindungan ke mana lagi... Dan aku masih diincar sama mereka. Kabar temenku? Dia gak muncul lagi di part ini, tapi bukan berarti ada hal buruk yang menimpa ya, emang ngilang aja.


Aku tiba di sebuah mal [lagi] yang sebelahan sama hotel. Aku tau ada beberapa terorisnya yang udah masuk ke sini. Cuman ya itu, belum semua orang tau soal bom tadi. Dengan keberadaanku yang terancam, aku harus segera berbaur supaya gak mudah ketahuan.

Di salah satu spot, aku ketemu seorang wanita India. Dia seorang pelukis. Aku ajak ngobrol, nanya-nanya soal lukisannya.


***


Lalu... 🌞 hari sudah pagi kembali, aku kembali ke dunia nyata~

Namanya juga mimpi, ada banyak hal aneh di dalamnya. Mulai dari temenku yang tiba-tiba muncul dan menghilang di part lainnya, mobil yang masih selamat meski dihujani peluru dari depan, berita pengeboman yang enggak up-to-date, sampe ketemu orang India.

Poster Vagabond. Source: AsianWiki
Poster Vagabond. Source: AsianWiki

Waktu itu, aku emang ngikutin banget Vagabond. Awalnya, semata-mata karena ada Bae Suzy dan genre-nya action. Lama-lama ngelihat Lee Seung-gi cakep juga ternyata :D. Nungguin tiap minggu buat nonton dan dapet keseruan dan ketegangannya. Meski di mimpi aku bukan acted as Go Hae-ri atau bertemu dengan seorang Cha Dal-geun, aku bisa ngerasain feel-nya sama persis sih. Bahkan, abis bangun pun aku masih merasa tegang, seru, dan ada sedihnya juga. Ehehehe.


Mumpung aku masih bisa ingat sampe sekarang, aku tuangkan ke sini sebagai hiburan semata ya.

Semoga menghibur.


Cheers!

Comments

Popular posts from this blog

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Motivasi Hari Senin

Senin, hari yang selalu orang-orang keluhkan karena menandakan berakhirnya hari libur. Rasanya seperti harus kembali ke rutinitas yang itu-itu saja dalam 1 minggu. Perlu waktu 5 hari lamanya menuju hari bebas tanpa beban pikiran yang mengganggu. Itu kata mereka yang sangat menikmati akhir pekan tanpa terburu-buru. Tapi Senin tidak terasa seperti itu bagiku. Here is my motivation. Source: imgbin.com Sebagai awal untuk memulai minggu yang baru, hari Senin seharusnya menjadi hari untuk memulai segala yang baru. Jadi hidup ngga cuma rutinitas yang itu-itu melulu. Jika sejak awal kita udah atur suasana hati pengennya minggu ini rasanya seperti apa, hari-hari berikutnya akan mampu kita lewati dengan suasana hati demikian. Misalnya, minggu ini akan banyak meeting untuk merencanakan strategi bisnis selama satu tahun ke depan. Perlu ada strategi yang cerdas dan menantang supaya bisa menang di hati pelanggan. Maka, suasana hati kita harus seneng dan antusias biar meeting-nya bis...