Skip to main content

Marvel vs DC Comics

Spiderman vs Superman

Siapa yang tak kenal Spiderman, si manusia laba-laba. Siapa pula yang tak tahu Superman, si manusia super kuat yang punya sayap. Spiderman merupakan salah satu superhero milik Marvel, sedangkan Superman milik DC Comics. Keduanya adalah superhero. Mereka berasal dari semesta yang berbeda. Misi mereka sama: menyelamatkan dunia. But, have you ever wondered if Spidey meets the Man of Steel?


Meskipun Spiderman dan Superman adalah superhero, namun hal itu tak menjamin mereka akan terhindar dari sebuah pertempuran. Loh, kok bisa?

Here is why!

Ya, universe mereka memang berbeda. Pertemuan keduanya ternyata memunculkan konflik. Saling mengakui diri sendiri adalah superhero yang asli dan lawannya adalah palsu, perdebatan ini memicu pertempuran yang tidak kita inginkan!

Ladies and gentlemen, here we introduce to you: Marvel vs DC Comics!
A turn-based strategy game
Player vs computer

Marvel vs DC Comics
© CRAW, 2017


Begitulah kira-kira bagaimana aku dan tim mempresentasikan game itu, sebagai tugas akhir mata kuliah Grafika Komputer dan Animasi. Kalau kamu cari di internet atau di app store manapun, game ini nggak beneran ada. Hahaha. Kali ini, aku pengen share tentang pembuatan game ini. Tujuannya supaya aku bisa ingat kembali perjuangan berharga ini dan cara pake Blender. Tbh, aku excited banget dengan project ini! Meskipun hasil akhirnya belum se-pro game-game besar, tapi sebagai pemula ini sangat membahagiakan dan membanggakan.

CRAW, terdiri dari Christine Liviani, Ronald W. Marbun, Andy Santoso, dan Willy Eka Surya. Fyi, Ronald dan Willy udah pernah kerja satu tim bareng aku waktu ikutan lomba CSIC tahun 2015. Aku juga pernah share loh ceritanya, di Kemenangan Menantang I dan II. Hehehe.

Back to this project.
Film superhero, baik keluaran Marvel maupun DC Comics, selalu berhasil menyita perhatian publik. Antrian mengular menghiasi hari-hari penayangannya. Nah, karena lagi trending kala itu, akhirnya ide bikin game ini pun keluar. Kami diharuskan untuk propose 3 ide dulu, sebelum akhirnya ide game ini di-accept oleh ibu dosen cantik, Ibu Alethea. Pencetusan ide ini juga dibantu oleh sesepuh Ko Hansen dan Ko Eka. Thanks, bro!


Ceritain dikit dong soal pembuatannya.

Karena ini mata kuliah GKA, jadi kami harus mengaplikasikan materi-materi yang udah diajarin selama satu semester. Game ini dibangun pake Visual Studio. Game harus memiliki aset 3D dan 2D, serta animasinya. Untuk model 3D yang kami butuhkan (Spiderman dan Superman) diambil dari models-resource.com. Sedangkan yang 2D, ada yang bikin sendiri, ada yang ambil dari internet lalu dipermak-permak lagi.

Selain model, aset 3D yang juga harus ada adalah latar tempat si superhero bertarung. Kami juga memerlukan aset berupa bar, icon si superhero, font, background, hingga musik pengiring.

Yang penting dan terutama harus ada paling duluan adalah merancang game logic. Game ini cara mainnya gimana, goal-nya apa, gimana bisa game over, dan seterusnya. Mock up juga penting sih di awal supaya ada gambaran tiap scene dan posisi aset-asetnya di mana aja.

Totally, waktu yang terpakai itu sekitar 30 hari (dari proposal sampai dengan presentasi).


Kesulitan apa yang paling berkesan?

Ada 2 proses (kesulitan) yang bikin lama: ngasih gerakan ke Spidey dan Man of Steel, dan nge-setting supaya battle-nya kelihatan lebih "real".

Tentang kesulitan pertama. Model 3D yang kami dapetin itu belum punya kerangka tulang. Jadi, harus pake Blender (bukan blender buat ngejus ya XD ) untuk pasangin semua tulang-tulangnya. Awal mula pakenya, susaaaah banget karena belum terbiasa! Harus nonton tutorial dulu berhari-hari, sambil meneror Ko Hansen dan Ko Febrian. Tapi sebenarnya kalo udah paham, caranya itu simpel sih, ngga susah banget. Hehehe. Dan, aku berterima kasih sih dengan project ini, karena gara-gara inilah akhirnya aku beli mouse. Hahaha.

Tentang kesulitan kedua. Ngga mungkin kan Spiderman diam di tempat sambil nyerang sementara jaraknya nun jauh dengan Superman. Ngga mungkin kan kalo udah diserang nyawanya ga berkurang. Karena ini turn-based, ngga boleh dong Superman nyerang Spiderman di kala gilirannya Spiderman. Hal-hal semacam itu butuh energi ekstra buat ngodingnya.

Sebenarnya aku dan tim udah di-warn sama Ko Hansen kalo ini nggak akan mudah. Terlebih, Blender itu nggak diajarin sama sekali loh. Tapi, kami berhasil menerobos itu semua! *applause*


Lalu, bagaimana cara menerobos kesulitan tersebut?

Paling pertama, KERJASAMA TIM! Trust me, itu penting. Fondasi dari kerjasama tim adalah kepercayaan. Percaya dengan teman setim. Dengan saling percaya, maka bisa terhindar dari saling menyalahkan.

Saling mengingatkan dan menyemangati juga diperlukan loh. Ada kalanya Ronald vakum dari ngoding dulu karena capek sehabis ngerjain tugas yang lain. Ada juga kalanya aku fokus ngurusin kepanitiaan dan organisasi dulu. Begitu pula dengan Andy kadang ngga bisa stay di depan monitor komputer untuk waktu yang lama. Juga Willy punya kesibukan di luar kampus. Kami semua juga punya tugas akhir masing-masing di mata kuliah yang berbeda. Saling mengingatkan agar semua bisa fokus lagi ke GKA. Saling menyemangati supaya project bisa menghasilkan nilai sempurna.

Terdengar klise? Percayalah, mempertahankan itu yang sulit. Makanya, adanya kerjasama tim bisa bikin perjuangan terasa lebih seru. Saling dan saling. :)

Lalu, jangan mudah patah semangat! Segalanya bisa dipelajari kok, asal ada niat. Doa juga penting, gengs. Tak ketinggalan, jangan malu bertanya pada yang udah berpengalaman!

Seiring berjalannya waktu, kemampuan cara pake Blender, ngasih pose, convert ini itu, ngoding yang efisien, dan lainnya bisa didapetin dengan rasa ingin tahu dan belajar mandiri. Apalagi kalo udah nyaman dengan teman kerja, pasti lebih memacu semangat!


Boleh jelaskan sekilas soal Blender dan cara pasang tulang/bone?

Bone.
Source: docs.blender.org
Oke. Aku mulai pasang di bagian kepala dan leher dulu, lalu tulang belakang, bahu dan tangan, hingga paha dan kaki. Itu semua dipasangin satu-satu dan saling menyambung. Bener-bener ibarat kerangka tulangnya manusia dah. Pastikan tulang-tulangnya berada di dalam tubuh model ya!

Some BASIC DETAILS you have to know. (Jump onto Screenshots part if you haven't installed Blender)
Sebelum lanjut, istilah mesh bakal sering kepake selanjutnya. Apaan tuh mesh? Dikutip dari slide materi kuliahku, mesh merupakan suatu file yang mengandung seluruh informasi mengenai suatu model 3D. Mesh berekstensi .x. Tekstur, animasi, indeks, ada di dalam mesh.

Blender sendiri mempunyai beberapa mode, sesuai dengan kebutuhkan. Mau kasih tulang untuk pertama kalinya, pastiin dulu ada di Object Mode. Klik Add > Armatures > Single Bone. Tulangnya akan muncul di posisi center point (lingkaran dengan garis warna hitam dan merah di luar, bisa dipindahin dengan klik kanan mouse). Tinggal digeser aja, dalam koordinat X, Y, dan/atau Z. Oh ya, beri ceklis pada X-Ray di bagian Display (di Properties sebelah kanan, klik Armature, lalu scroll ke bawah cari Display) supaya kita tetap bisa lihat tulangnya meskipun udah di dalam tubuh.

Edit Mode, seperti namanya, buat edit. Edit Mode ini unik, orientasinya akan beda sesuai dengan objek yang diklik. Kalo model yang diklik, akan terlihat vertex pembentuk mesh-nya. Buat apa lihat vertex? Model yang disediakan itu, pada beberapa bagian, enggak nyambung. Jadi harus disambungin sendiri, supaya ketika digerakin, semua bagian ikutan gerak (enggak patah). Kalo tulang yang diklik, di sini kita bisa tambahin tulang lainnya dan mengatur ukuran tulang.

Lalu, kalo mau lihat pose model, itu pake Pose Mode. Catatan penting: Pose Mode hanya bakal muncul kalo tulangnya diklik! Jangan lupa buat tampilin timeline-nya di bagian Editor Type, diubah jadi Dope Sheet. Sepanjang proses pengerjaannya, aku cuma pake tiga mode itu. (Detailnya, bisa lihat di screenshot di bawah)

Kita juga bisa pilih mau lihat modelnya dalam Viewport Shading wireframe (garis-garis), solid (satu warna, penuh), texture (bareng ama tekstur mesh), dan sebagainya. Aku prefer solid sih.

Penting loh untuk eksplor dulu Blender-nya biar terbiasa.

Dan emang bener, ternyata ga susah kok kalo udah terbiasa. Catatan penting: harus pake mouse! Bikin pose buat si model ini cukup lama pengerjaannya karena menggerakkan hampir seluruh bagian tubuh. Jadi kami harus memastikan bahwa posenya terlihat "real". Tips: peragakan sendiri posenya agar bisa tahu bagian tubuh mana saja yang perlu digerakkan.

Some SCREENSHOTS you may want to see.
Di bawah ini aku kasih screenshot waktu pengerjaannya. Itu udah ditambahin animasi gerakan sih. Di situ, ada garis warna hitam di tubuh si model. Itu tulang-tulang yang aku maksud. Bukan cuma tubuh, properti lain milik model juga perlu dikasih tulang. Itu tuh, sayapnya Superman dikasih tulang supaya bisa bergerak seolah kena angin, jadi nggak kaku.

Belah ketupat di bagian bawah itu adalah keyframe. Penanda perubahan posisi maupun ukuran.

Screenshots

MORE about bones and modelling.
Paling ribet itu ketika harus pasangin tulang di jari-jari tangan. Soalnya, kan aneh kalo Spiderman keluarin jaring-jaringnya dengan tangan terbuka. Begitu pula dengan si Superman, nggak ada kan si manusia super itu terbang dengan tangan terbuka (ntar malah jadi Ultraman dong). Kalo tulang yang dipasang belum pas dengan setiap ruas jari tangan, hasilnya... bisa jadi aneh waktu dikepal.

Si model dikasih tulang supaya bisa digerakin dan membentuk pose yang diinginkan. Nah untuk lebih lengkapnya, kamu bisa nonton tutorial di Youtube ya. Ada banyak kok. Or else, boleh tanya-tanya ke sini juga.


By the way, kenapa hanya Spiderman vs Superman?

Hehehe.
Ceritanya nih, awalnya tuh pengen buat lebih dari itu. Tapi, ada baiknya kami fokus ke satu karakter untuk setiap universe dulu. Spiderman untuk Marvel, Superman untuk DC Comics. Nantinya kalo udah jadi dan oke, trus masih ada waktu lagi, karakter lain tinggal ditambahin. Sayangnya, "nantinya" enggak kesampean sampai tibalah waktu pengumpulan tugas.

Karena udah bisa memprediksi sejak hari minus sekian bahwa ini ga bakalan kesampean, maka kami memutuskan untuk menyempurnakan elemen lain. Misalnya, yang tadinya skill setiap karakter cuman dikit, jadinya ditambahin dan dipermanis lagi dengan deskripsi dari masing-masing skill. Yang tadinya tombol navigasi masih ada bugs kecil, jadinya di-handling supaya lebih sempurna.

Moralnya, pelaksanaan itu masih bisa berubah dari perencanaan awal. Yang penting, selalu siap terhadap perubahan. Jangan memaksakan diri. Gapapa kok ada perubahan, asalkan tidak lari dari tema utamanya. Fokus supaya hasilnya maksimal. 👌


Sebagai penutup,

Thanks to:
Ronald, Andy, Willy,
Para kakak angkatan atas yang rela diteror, (dari paling tua) Julio, Eka, Febrian, Hansen,
Ibu dosen, Ibu Alethea,
Dan temen-temen yang bersedia berbagi ilmu,
Juga buat yang telah datang menyaksikan presentasi CRAW!


Oh ya, it's mandatory buat kamu yang lagi punya tugas akhir GKA, pastikan kamu membaca tulisan dari Ko Hansen. Dibuka ya! (Ini bukan endorse or paid promote, tapi tulisannya beneran BAGUS sebagai panduan dan inspirasi)


#breakyourlimit 💪

Comments

Popular posts from this blog

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Motivasi Hari Senin

Senin, hari yang selalu orang-orang keluhkan karena menandakan berakhirnya hari libur. Rasanya seperti harus kembali ke rutinitas yang itu-itu saja dalam 1 minggu. Perlu waktu 5 hari lamanya menuju hari bebas tanpa beban pikiran yang mengganggu. Itu kata mereka yang sangat menikmati akhir pekan tanpa terburu-buru. Tapi Senin tidak terasa seperti itu bagiku. Here is my motivation. Source: imgbin.com Sebagai awal untuk memulai minggu yang baru, hari Senin seharusnya menjadi hari untuk memulai segala yang baru. Jadi hidup ngga cuma rutinitas yang itu-itu melulu. Jika sejak awal kita udah atur suasana hati pengennya minggu ini rasanya seperti apa, hari-hari berikutnya akan mampu kita lewati dengan suasana hati demikian. Misalnya, minggu ini akan banyak meeting untuk merencanakan strategi bisnis selama satu tahun ke depan. Perlu ada strategi yang cerdas dan menantang supaya bisa menang di hati pelanggan. Maka, suasana hati kita harus seneng dan antusias biar meeting-nya bis...