Skip to main content

Dream Bigger, Reach Higher: Thanks to ...

Hai!

Cerita perjuanganku yang kutulis dalam Dream Bigger, Reach Higher telah selesai. Namun, semua kemenangan yang kuraih tak pernah lepas dari peran orang-orang di sekitarku. Mereka menjadi sumber penyemangat sehingga aku bisa terus on fire. Who are they?

1. Gohonzon
Terima kasih, Gohonzon! Aku berhasil mengeluarkan kekuatan dari dalam diriku sendiri, melalui daimoku dan gongyo disertai tekad dan usaha yang ulet.

2. Mama & Papa
Dari awal, mereka sangat mendukungku. Mereka bersedia meluangkan waktu untuk mengantarku ke sana sini. Mereka selalu memperhatikan apa yang aku butuhkan. Mereka membelikanku laptop agar aku bisa dengan leluasa mengerjakan tugasku, hingga laptop itu juga kugunakan untuk meraih kemenangan ini.

3. My little sister and brothers
Mereka membuatku berpikir bahwa aku harus menciptakan rekor baru di keluargaku. I'm the eldest. Aku seharusnya menjadi teladan bagi mereka.

4. Ikeda Sensei
I'm so proud of having a mentor like him! Bimbingan harian beliau menjadi sumber inspirasi yang selalu kuukir dalam hati. Bimbingan beliau menjadikanku untuk bertekad membuat setiap detik menjadi berharga, dengan terus mengalirkan semangat muda.

5. Bu Evi, bu Mega, bu Narti
Bu Evi yang membimbingku sedari awal, mengajariku dari nol, memberiku supply energi agar akar biologiku kuat dan dapat tumbuh menjadi sebuah pohon yang hijau dan rindang, dan meyakiniku bahwa 'Semua orang bisa menjadi juara'.
Bu Mega memilihku untuk mengambil bidang biologi dan beliaulah orang pertama yang memberikan bekal yang sangat berguna.
Bu Narti selalu siap membantuku, di manapun dan kapanpun, selalu berada di sampingku selama lomba, dan tidak membiarkan sakit menghalangiku, selama lomba.

6. Ce Ingrid
Pemudi yang selalu ceria, bersedia mendengar curahan hatiku dan membantuku mengatasi kesulitan. Ia juga meminjamkan padaku buku biologi SMA-nya.

7. Ce Evita
Pemudi yang tak pernah bosan berjuang untuk bunkasai, dan menjadi teman sekamarku selama bunkasai.

8. David, Mely, Ngadimin
David lent me his Biology book, dan buku itu benar-benar bermanfaat. Kuakui, buku itu jauh lebih lengkap dibanding buku biologi SMA lainnya.
Mely juga bersedia meminjamkan buku biologi kelas X-nya padaku saat aku mulai membentuk akar biologi.
Ngadimin (or Indra Ngadimin, or YB) selalu mendukung dan membantuku belajar selama di sekolah.

9. Retta & Wina
Without them, I don't know if I could get that medal. Sekelas dengan Retta selama SMP dan dengan Wina selama SMK. Mereka berdua paling tahu kebiasaanku selama lomba, dan aku merasa nyaman dan akrab bersama mereka.

10. Fritz & Bagus
Fritz dan Bagus, sesama kontingen Jambi. Fritz, Bagus, Retta, Wina, dan aku, kami adalah satu tim.

11. Sir Linus, sir William, bu Reinna, bu Novi, bu Eka
Sir Linus adalah orang pertama yang percaya dan berani menaruh keyakinan besarnya padaku untuk bidang biologi. Beliau sangat antusias dan ambisius. Setiap aku me-refresh target lomba ini, aku selalu bertekad untuk tidak mengecewakannya, aku tidak ingin merusak kepercayaannya.
Sir William secara tidak langsung mendukungku dan menyemangatiku. Aku merasakannya dari raut wajahnya.
Bu Reinna, bu Novi dan bu Eka, mereka bertiga adalah guru yang selalu mengisi bekal Retta dan Wina. Mereka juga selalu ada di 'buku catatan harian' aku, Retta dan Wina.

12. Keluarga besar
Mencetak rekor untuk keluargaku. Ini menjadi motivasi terbesar. Aku ingin membuat semua orang bangga, karena [sekali lagi] aku tidak ingin mengecewakan siapapun. Begitu mengetahui kemenangan emasku, mereka sangat senang. Aku menjadi orang pertama dalam keluargaku yang berhasil meraih medali dalam lomba tingkat nasional. I'm proud of being myself!

13. All my friends
Tanpa keraguan, aku juga berterima kasih pada semua teman-temanku, karena mereka mendukungku tanpa keraguan apapun. Mereka juga menyemangatiku selama lomba.

14. Jangkrik, kecoa, cumi-cumi, kerang, udang, ayam, sapi
Mereka semua adalah makhluk hidup yang harus merelakan bagian tubuhnya bahkan nyawanya untuk dijadikan objek praktikum.


Dan sebenarnya, beberapa film dan talkshow turut menginspirasi. Sebut saja, Kick Andy, Transformers, Teenage Mutant Ninja Turtles, dan lainnya. Serta buku The Way of Youth karya Daisaku Ikeda.

Comments

Popular posts from this blog

Back to the moon

Long time no see!!! Setelah bertahun-tahun blog ini tidak dibuka dan berdebu, akhirnya hari ini aku kembali menulis sesuatu di sini. Bukan tanpa sebab seperti cuaca saat ini yang seringkali hujan deras sejenak, lalu reda dalam waktu beberapa menit. Tentu, ada alasan kenapa aku balik ke Blogspot. Jadi, ceritanya, pada tahun 2020 aku memindahkan tulisanku ke domain personal. Ya, aku membeli domain, membuat git repository , memindahkan sebagian tulisan ke sana, dan hosting. Setahun demi setahun berjalan, tulisan pun sudah bertambah banyak. Domain harus selalu diperpanjang tiap tahun. Dan, boom! Tahun ini aku tidak perpanjang tepat waktu. Alhasil, domainnya diisi dengan website judol :( Entah siapa yang membeli domain tersebut, padahal 'kan cuma personal blog. Kenapa harus diambil jadi website ilegal :( So sad... Oleh karena itu, aku kembali ke blogspot. Dan agar tulisan yang sudah ada di sana tidak hilang begitu saja, izinkan aku repost di blogspot ini yah. Hehehe.. So if you found ou...

23

"Happy birthday, Christine! Wish you all the best, God bless you!   🥳 " Mari mundur ke satu minggu sebelumnya. Malam hari abis makan di Bebek Goreng Masbob (bebeknya enak, boleh dicoba   👍 ) di BSD, seorang teman baikku berniat untuk donor darah. Dia memang rutin donor darah 3 bulan sekali. Kebetulan hari itu udah jadwalnya untuk donor darah lagi. Meskipun aku udah beberapa kali jadi panitia acara donor darah, tapi belum pernah donor satu tetespun. Alasan utamanya karena dulu berat badanku belum mencukupi. Fyi, salah satu syarat untuk donor darah adalah memiliki   berat badan minimal 45kg . Saat itu, aku udah tau berat badanku ada sekitar angka itu. Hehehe, iya, saya kurus. Jadi, aku penasaran dan sangat ingin merasakan donor darah sedari dulu. Kami pergi ke PMI di daerah BSD, saat itu juga. Sesuai dengan protokol kesehatan baru di tengah wabah COVID-19, setiap pengunjung harus pake masker dan cuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Trus, ada pengecekan suhu tubuh oleh...

Motivasi Hari Senin

Senin, hari yang selalu orang-orang keluhkan karena menandakan berakhirnya hari libur. Rasanya seperti harus kembali ke rutinitas yang itu-itu saja dalam 1 minggu. Perlu waktu 5 hari lamanya menuju hari bebas tanpa beban pikiran yang mengganggu. Itu kata mereka yang sangat menikmati akhir pekan tanpa terburu-buru. Tapi Senin tidak terasa seperti itu bagiku. Here is my motivation. Source: imgbin.com Sebagai awal untuk memulai minggu yang baru, hari Senin seharusnya menjadi hari untuk memulai segala yang baru. Jadi hidup ngga cuma rutinitas yang itu-itu melulu. Jika sejak awal kita udah atur suasana hati pengennya minggu ini rasanya seperti apa, hari-hari berikutnya akan mampu kita lewati dengan suasana hati demikian. Misalnya, minggu ini akan banyak meeting untuk merencanakan strategi bisnis selama satu tahun ke depan. Perlu ada strategi yang cerdas dan menantang supaya bisa menang di hati pelanggan. Maka, suasana hati kita harus seneng dan antusias biar meeting-nya bis...